Claudio Tapia Dilarang Meninggalkan Argentina, Dugaan Penyalahgunaan Keuangan AFA

Bagikan

Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, telah dilarang meninggalkan Argentina oleh hakim Diego Amarante. Larangan ini terkait dugaan penyalahgunaan iuran jaminan sosial yang mencapai 19 miliar peso (sekitar 12,8 juta dolar AS) pada 2024 dan 2025. Tapia diminta hadir untuk memberikan kesaksian di pengadilan Buenos Aires pada 5 Maret mendatang.

Claudio-Tapia-Dilarang-Meninggalkan-Argentina,-Dugaan-Penyalahgunaan-Keuangan-AFA

Hakim Amarante menekankan bahwa larangan bepergian diterapkan karena “keseriusan peristiwa yang diselidiki” dan untuk menjamin penyelesaian proses hukum. Dengan keputusan ini, Tapia menghadapi risiko tidak bisa menghadiri acara Finalissima putra antara juara Copa America Argentina dan juara Euro 2024 Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret di Qatar.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Larangan ini merupakan tindakan hukum pertama yang diambil terhadap Tapia terkait beberapa penyelidikan mengenai aset dan pengelolaan keuangan AFA. Meskipun ia wajib hadir di pengadilan, Tapia berhak menolak memberikan kesaksian jika merasa perlu.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Pejabat AFA Lainnya Juga Terlibat

Selain Tapia, empat pejabat tinggi AFA lainnya juga dilarang meninggalkan Argentina. Mereka adalah Bendahara Pablo Toviggino, Sekretaris Jenderal Cristian Malaspina, Direktur Jenderal Gustavo Lorenzo, dan mantan Presiden Racing Club, Victor Blanco.

Keputusan hakim berlaku sama bagi semua pejabat tersebut, memaksa mereka untuk hadir di pengadilan dan menahan diri dari bepergian ke luar negeri. Hal ini menunjukkan keseriusan kasus dugaan penyalahgunaan keuangan AFA dan memastikan semua pihak terkait dapat diperiksa secara menyeluruh.

Tindakan ini menimbulkan sorotan publik yang luas, mengingat posisi penting Tapia dan pejabat lainnya dalam dunia sepak bola Argentina. Masyarakat dan pengamat sepak bola kini menunggu kelanjutan proses hukum dan dampaknya terhadap kegiatan AFA di tingkat internasional.

Baca Juga: Carney Chukwuemeka Siap Memilih Austria Demi Piala Dunia

Dugaan Penyalahgunaan Iuran Sosial

Dugaan-Penyalahgunaan-Iuran-Sosial

Tapia dan pejabat AFA lainnya dituduh gagal membayar iuran jaminan sosial kepada Badan Pengumpulan dan Pengawasan Bea Cukai (ARCA). Nilai tunggakan yang dikaitkan dengan dugaan pelanggaran ini mencapai 19 miliar peso, menimbulkan kekhawatiran mengenai manajemen keuangan organisasi.

Jika terbukti bersalah, hal ini bisa berdampak besar bagi reputasi AFA dan seluruh struktur manajemen sepak bola Argentina. Larangan bepergian memberi waktu pihak berwenang untuk menyelesaikan penyelidikan tanpa risiko pihak terkait menghindari proses hukum.

Meskipun dugaan ini serius, hingga saat ini Tapia maupun pejabat lain belum memberikan komentar resmi. Publik dan media menunggu pernyataan lebih lanjut dari AFA mengenai perkembangan kasus ini.

Dampak pada Kompetisi Sepak Bola

Kasus hukum ini berpotensi memengaruhi keterlibatan Argentina dalam kancah internasional, termasuk Finalissima antara juara Copa America dan juara Euro. Kehadiran Tapia diperkirakan penting untuk acara tersebut, sehingga larangan bepergian bisa menjadi kendala.

Selain itu, publik menyoroti bagaimana kasus ini bisa memengaruhi kepercayaan sponsor dan asosiasi lain terhadap manajemen AFA. Proses hukum yang transparan dan adil menjadi kunci agar reputasi sepak bola Argentina tetap terjaga.

Dengan situasi yang sedang berkembang, semua mata tertuju pada persidangan 5 Maret mendatang, yang akan menentukan langkah hukum selanjutnya bagi Tapia dan pejabat AFA lainnya. Keputusan ini diperkirakan akan menjadi penentu arah organisasi dalam beberapa bulan ke depan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goalclubs.org.