Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyoroti dugaan pelecehan rasis yang dialami Vinicius Junior saat menghadapi Benfica dalam pertandingan play-off Liga Champions pekan ini. Arbeloa mengatakan insiden ini bisa menjadi “titik balik” dalam upaya melawan rasisme di sepak bola.

Pertandingan di Estadio da Luz sempat dihentikan selama 10 menit setelah gol Vinicius pada menit ke-50, ketika ia memberi tahu wasit bahwa dirinya dilecehkan secara rasial oleh Gianluca Prestianni. Insiden ini memicu reaksi luas dari Madrid, yang kemudian menyerahkan bukti resmi ke UEFA untuk memulai penyelidikan.
Menurut Arbeloa, tindakan rasis seperti ini tidak memiliki tempat di olahraga maupun masyarakat. Ia menekankan pentingnya memberikan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan agar korban tidak dipandang sebagai provokator.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tanggapan Madrid dan UEFA
Real Madrid kini menunggu keputusan UEFA terkait insiden ini. Arbeloa menegaskan bahwa badan sepak bola Eropa memiliki kesempatan untuk menunjukkan komitmennya dalam menangani kasus rasisme. Ia berharap keputusan yang diambil menjadi contoh yang jelas bagi seluruh dunia sepak bola.
Dalam konferensi persnya, Arbeloa enggan menanggapi komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang sempat mengkritik selebrasi gol Vinicius. Ia juga memilih untuk tidak berkomentar soal ucapan pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, yang menuding Mourinho menyerang karakter Vinicius.
Arbeloa menekankan bahwa semua orang berhak memiliki pendapat, tetapi hal itu tidak boleh membenarkan tindakan rasis. Menurutnya, Vinicius hanya merayakan golnya seperti halnya pemain lain dan seharusnya tidak dipersalahkan.
Baca Juga: Barcelona Terhenti di Reale Arena: Rekor Kemenangan Beruntun Terhenti
Kondisi Tim dan Pemain Kunci

Selain membahas insiden rasis, Arbeloa memberikan kabar tentang kondisi pemain Real Madrid. Kylian Mbappe dikabarkan sudah merasa lebih baik meski lututnya belum sepenuhnya sembuh. Ia dipastikan bermain sebagai starter di leg kedua melawan Benfica.
Madrid memasuki pertandingan LaLiga melawan Osasuna dengan keunggulan dua poin di puncak klasemen setelah Barcelona kalah di Girona. Arbeloa menekankan bahwa tim tetap fokus untuk mempertahankan performa terbaik di liga domestik sambil menunggu keputusan UEFA.
Pentingnya Memberikan Contoh
Arbeloa menekankan bahwa insiden ini merupakan momen penting bagi sepak bola untuk menegakkan nilai-nilai kesetaraan dan menghentikan rasisme. Ia berharap UEFA mengambil langkah tegas sehingga memberikan efek jera.
“Kita memiliki kesempatan untuk menandai titik balik,” kata Arbeloa. “Tindakan rasis tidak boleh dibiarkan. Ini tentang melindungi pemain, klub, dan integritas olahraga.” Dengan fokus pada penegakan hukum dan kesadaran, Madrid berharap kasus Vinicius bisa menjadi contoh nyata bagi semua pihak. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalclubs.org.
